Welcome
Kisah Mahabarata Dari Jawa Dan India

Yuk Intip Perbedaan Menarik Kisah Mahabarata Dari Jawa Dan India

Pada dasarnya, kisah mahabarata merupakan kisah pewayangan populer yang berasal dari India. Begitu pula, kisah ini juga diyakini sebagai kumpulan banyak cerita yang terpisah dan telah dikumpulkan sejak abad ke 4 SM. Kendati demikian, kisah pewayangan yang difilmkan ini juga dihadirkan dengan versi jawa. Lantas, bagaimana perbedaan kisah mahabarata dari jawa dan india tersebut?

Beberapa Tokoh Yang Menjadi Pembeda Dalam Kisah Mahabarata

1. Drupadi

Cerita sejarah memang terkadang menghasilkan perbedaan kejadian dalam suatu cerita. Begitu pula, kisah seorang Drupadi yang diceritakan dalam kisah mahabarata dari versi india sangat berbeda dengan versi jawa. Tentunya, Drupadi merupakan seorang putri dari kerajaan Panchala yang melakukan sayembara untuk mencari seorang suami.

Jawa Dan India Kedudukan Mahabrata dalam Veda

Dalam cerita mahabarata versi india, Drupadi akhirnya menjadi istri keseluruhan dari Pandawa. Tentunya, kejadian tersebut diminta oleh sang ibu Dewi Kunthi yang meminta Arjuna untuk membagi rata hasil sayembara kegiatan memanah ikan dari jarak jauh yang telah dimenangkan oleh Arjuna.

Selain itu, kisah yang diceritakan versi jawa menjelaskan tentang Drupadi yang dinikahi oleh Yudistira. Tentunya, kejadian ini juga bermula dari Sayembara Gandamana yang dilakukan oleh Kerajaan Panchala. Namun, kisah ini menceritakan bahwa Yudistira mengikuti sayembara dan diwakilkan oleh Bima. Meski Bima yang menjadi pemenang sayembara, tetapi Yudistiralah yang menikahi Drupadi.

2. Shikandi

Begitu pula, Shikandi adalah seorang tokoh yang diceritakan berbeda dalam kisah mahabarata versi jawa maupun india. Dalam kisah india, Shikandi merupakan seorang wanita yang sakit hati kepada Bisma karena cinta ditolak dan ingin membalas dendam. Oleh karena itu, Shikandi kembali dilahirkan sebagai seorang perempuan yang dibesarkan sebagai laki-laki.

Dalam hal ini, Shikandi bahkan bisa menukar alat kelaminnya dengan seorang pria. Kemudian, tekad Shikandi yang tetap teguh untuk membunuh Bisma akhirnya ketahuan. Sehingga, Arjuna ikut bergegas melawan Bisma dengan bantuan Shikandi hingga akhirnya berhasil membunuh Bisma.

Adapun kisah mahabarata yang dijelaskan dalam versi jawa menceritakan seorang Shikandi yang lahir sebagai wanita dan dilatih memanah seperti pria. Hal ini tentu membuat Shikandi kuat dan ikut berperang menjadi prajurit. Bahkan, Shikandi juga telah berhasil menewaskan Bisma dengan memenggal kepala ketika tidur.

3. Gandari

Selain itu, kisah mahabarata yang menceritakan tentang tokoh Gendari dalam versi jawa dan india juga memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Dalam cerita india, Gendari dikisahkan sangat menyayangi Pandawa walaupun bukan anak kandungnya. Tetapi sebaliknya, kisah yang diceritakan dalam versi jawa menjelaskan bahwa Gendari sangat membenci Pandawa.

4. Punakawan

Tokoh Punakawan merupakan pembeda yang sangat mencolok dalam kisah mahabarata ini. Dalam kisah mahabarata, dihadirkan tokoh Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong merupakan pengasuh dari pandawa, serta tokoh Togog sebagai pengaruh dari Kurawa. Tentunya, kisah ini sangat disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Jawa Dan India Mahabharata

5. Gatotkaca Dan Tiwikrama

Selain itu, kisah mahabarata dalam versi jawa maupun versi inda juga mengisahkan tentang perbedaan karakter yang dimiliki oleh Gatotkaca dan Tiwikrama. Dalam kisah india, Gatotkaca digambarkan sebagai seorang kesatria yang tidak bisa terbang, sedangkan tokoh Tiwikrama bisa.

Selain itu, tokoh Gatotkaca yang digambarkan dalam kisah mahabarata versi jawa merupakan tokoh yang sangat diidam-idamkan, yaitu memiliki otot kawat tulang besi. Bahkan, Gatotkaca juga seorang kesatria yang bisa terbang. Namun, tokoh Tiwikrama yang diceritakan dalam versi ini digambarkan sebagai seorang yang memiliki penglihatan dan pendengaran super.

Kisah mahabarata merupakan kisah pewayangan populer yang sangat diminati oleh masyarakat dari berbagai usia. Kisah yang dihadirkan disini juga menceritakan tentang suatu pertempuran antar saudara. Namun demikian, beberapa tokoh dan kisah yang digambarkan memiliki beberapa perbedaan karena disesuaikan dengan kondisi budaya suatu wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *