Welcome
Mengenal Daun Kratom, Tanaman Herbal yang Memiliki Efek Seperti Zat Adiktif

Mengenal Daun Kratom, Tanaman Herbal yang Memiliki Efek Seperti Zat Adiktif

Daun kratom merupakan salah satu tanaman herbal di Indonesia dengan nama latin Mytragyana speciosa. Namun di luar negeri, tanaman ini sering dianggap sebagai obat terlarang karena memiliki efek samping seperti narkoba. Memiliki daun menyirip yang lebar, tanaman ini masuk dalam tanaman keluarga kopi yang mengandung kafein. Berikut ini fakta-fakta tentang daun yang memiliki efek seperti zat adiktif.

Fakta Mengenai Mytragyana speciosa

1. Memiliki Nama Lain Daun Purik Atau Ketum

Tidak semua masyarakat Indonesia mengenal tanaman kratom. Tumbuhan tropis ini biasanya tumbuh tinggi mencapai 4 meter hingga 16 meter denga daun yang cukup lebar. Mytragyana speciosa atau biasa dikenal dengan daun purik atau ketum, banyak digunakan oleh masyarakat Kalimantan Barat. Bahkan penduduk di sana menjual ekstrak daun perkilo dengan harga Rp 17 ribu.

2. Sering Digunakan Sebagai Obat Herbal

Tanaman ini seringkali digunakan sebagai jamu di beberapa wilayah Asia Tenggara. Bahkan di Indonesia sendiri, daun ini banyak dimanfaatkan umtuk mengatasi berbagai penyakit seperti kecanduan opioid, penghilang rasa sakit hingga untuk menghilangkan rasa cemas yang berlebihan. Daun ini biasanya dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diseduh menjadi minuman. Banyak juga yang mengkonsumsinya dalam bentuk kapsul atau dikunyah secara langsung seperti daun sirih.

Mengenal Daun Kratom, Tanaman Herbal yang Memiliki Efek Seperti Zat Adiktif ini

3. Memiliki Efek Positif

Menurut para ilmuwan, daun kratom memiliki efek positif. Daun ini dapat membantu meningkatkan fokus. Zat yang ada di dalam kratom dapat menstimulasi reseptor otak seperti morfin namun dengan efek samping yang lebih ringan. Bahkan tanaman ini bisa dijadikan sebagai tanaman medis rekreasi karena dapat menghilangkan rasa nyeri dan diperuntukkan bagi pengguna narkotika yang ingin terlepas dari kecanduan.

4. Mengandung Senyawa Opioid yang Berbahaya

Meskipun memiliki khasiat herbal dan sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat, tanaman ini ternyata memiliki efek samping yang berbahaya. Kratom mengandung zat aktif seperti mitragynine dan 7-hydroxymitragynine yang dapat mengikat opioid reseptor pada tubuh. Pemakaian secara teratur dapat menimbulkan ketergantungan dalam jangka waktu tertentu.

Apabila konsumsi daun ketum dihentikan dapat menyebabkan gejala sakau seperti nyeri otot, mual, kelelahan, perubahan suasana hati hingga depresi. Konsumsi daun ketum yyang dikombinasikan dengan obat lain dapat menyebabkan interaksi yang negatif seperti kejang-kejang. Pemakaian secara over dosis dapat menyebabkan kerusakan hati dan gagal ginjal, bahkan pengkonsumsinya bisa mengalami kematian akibat kerusakan organ pada tubuh.

5. Kelegalannya Masih Belum Jelas

Kratom banyak dijual dan dipasarkan dalam bentuk kapsul maupun serbuk halus. Penggunaannya yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda Amerika, menyebabkan Badan Antinarkotik AS (DEA) melakukan antisipasi dengan memasukkan tanaman ini ke dalam daftar tanaman yang perlu mendapatkan pengawasan. DEA menyatakan bahwa konsumsi daun ketum dapat menyebabkan gejala psikologis.

Menurut regulasi 1989, Paisons Act 1952 secara tegas melarang daun ini untuk di perjualbelikan.Di Indonesia sendiri, Badan Narkotika Nasional (BNN) memasukkan daun ketum ke dalam daftar New Psychoactive Subtances (NPS). Namun, ketentuan penggunaan ini belum dicantumkan dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014, sehingga legalitas untuk penggunaan dan jualbeli daun ketum masih belum jelas.

Konsumsi daun ketum memang masih menjadi kontroversi bagi masayarakat Indonesia. Hal ini karena di tumbuhan ini sudah banyak digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi nyeri, kelelahan maupun sulit tidur. Bahkan daun ketum juga bisa meredakan gejala fibromyalgia. Namun penggunaan yang over dosis dapat memberikan efek yang berbahaya sseperti kecanduan, kejang-kejang hingga gagal ginjal. Maka dari itu, anda harus mewaspadai penggunaan daun ketumdi lingkungan anda agar tidak sampai disalahgunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *