Welcome
Industri Lakukan PHK Virus

Alami Kerugian Besar, Beberapa Perusahaan Industri Lakukan PHK Ribuan Karyawan

Sampai saat ini kasus korban yang terjangkit virus Corona semakin bertambah setiap harinya dan belum ada tanda-tanda penurunan. Adanya wabah ini membuat banyak bisnis vakum bahkan ada yang sampai gulung tikar karena kerugian yang dialami cukup besar. Berikut deretan perusahaan industri yang lakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawannya karena sudah tidak mampu membayar gaji.

5 Perusahaan Yang Melakukan PHK Massal

1. H&M

Perusahaan baju kekinian di bidang fast fashion, H&M melakukan pemberhentian terhadap puluhan ribu pekerja di seluruh dunia untuk sementara. Bahkan, PHK permanen sedang dipertimbangkan oleh perusahaan ini karena sudah minimnya anggaran untuk menggaji karyawan yang sangat banyak sehingga mengambil tindakan tepat dengan melakukan PHK permanen.

Industri Lakukan PHK Virus Corona

Tak hanya itu, semenjak adanya pandemi Covid-19, penjualan produk H&M sangat merosot jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Bahkan mereka terpaksa harus mengadakan promo dan diskon besar-besaran untuk menghabiskan stok produk lamanya di gudang. Minimnya pendapatan inilah yang membuat perusahaan ini harus mengambil tindakan PHK massal.

2. Indosat

Indosat memutuskan hubungan kerja dengan 677 karyawan dan mengalokasikan Rp 663 miliar sebagai dana kompensasi. Dana itu akan disalurkan ke dalam dua angkatan. Angkatan pertama dengan 328 karyawan terdampak akan diberikan Rp 343 miliar, ditambah bonus Rp18,3 miliar sebagai bonus, ujar Director and Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Syahroni,.

3. PT Aerofood ACS, Anak Usaha Garuda Indonesia

Perusahaan industri yang melakukan PHK massal selanjutnya adalah PT Aerofood ACS yang merupakan anak usaha dari Garuda Indonesia. Ratusan karyawan di Bandara Soetta terpaksa dipecat karena sektor penerbangan jadi salah satu yang terkena dampak Corona secara signifikan. Seperti yang diberitakan oleh Serikat Gerakan Buruh Katering (SB Gebuk) Bandara Soetta, ada sekitar 445 buruh kontrak yang terkena PHK PT Aerofood ACS.

Perusahaan ini mengalami kerugian yang cukup besar, dikarenakan selama pandemi Covid-19 ini sejumlah penerbangan harus berhenti dan di tutup total untuk sementara waktu. Sehingga PT Aerofood ACS mengambil tindakan untuk melakukan PHK massal karena sudah minimnya pendapatan yang diperoleh tidak cukup untuk membayar karyawan yang bekerja disana.

4. Union Square Hospitality Group (USHG)

Danny Meyer yang memiliki harta US$400 miliar (sekitar Rp6,6 T), itu memecat sekitar 80% pekerja yang bekerja di hotelnya. Itu artinya, terdapat 2 ribu karyawan yang terdampak akibat krisis di tengah pandemi ini. Perusahaan ini melakukan pemutusan hubungan kerja bukan tanpa alasan yang jelas. PHK dilakukan karena perusahaan sudah tidak mampu membayar gaji semua karyawan karena pendapatan yang diperoleh selama masa pandemi sangat terbatas.

Industri Lakukan PHK Virus Corona

Hal itu dikarenakan pada saat pandemi Covid-19 semua aktivitas dilakukan secara daring sehingga sektor perhotelan pun mengalami dampaknya. Selama pandemi tersebut Union Square Hospitality Group (USHG) tidak mendapatkan pemasukan karena tidak adanya pengunjung yang datang. Pemutusan hubungan kerja ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi bersifat permanen.

5. Sephora

Sephora memutus hubungan kerja dengan sejumlah pekerja paruh waktu dan pekerja musiman di operasional bisnis AS menurut laporan Forbes. Sementara di Kanada, jam kerja karyawan dikurangi. Hal itu dikarenakan selama masa pandemi ini pemerintah setempat mewajibkan warganya untuk tetap dirumah saja dan sejumlah pekerjaan pun dilakukan secara daring.

Inilah deretan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal karena tidak dapat menggaji karyawannya lagi. Banyak sekali dampak buruk yang disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 ini. Tak hanya melakukan PHK massal, sejumlah perusahaan besar juga mengalami kebangkrutan yang cukup besar dan terpaksa harus gulung tikar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *